Coba lagi tahun depan..
Hari ini seleksi tes tulis dari program PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) yang beberapa waktu lalu sempat saya postingkan Essay untuk syarat administrasinya. Yupz, kemarin waktu ngumpulin berkas memang disuruh datang hari ini ditempat yang sama pukul 07.30 WIB. Yaudah, setelah itu aku tidak melihat website lagi karena pas tanya sama petugasnya semua peserta wajib datang dan disana tidak dicantumkan harus bawa apa-apa.
Pagi ini 'terpaksa' bangun pagi karena temenku SMP ada yang mau pinjem DVD OS-XP, selain itu yang membuat semangadh memang tes pagi ini. Dari pengumuman 07.30 WIB akhirnya jam segitu pula baru berangkat dari rumah, telat dong?? gak laaah, khan udah belajar statistika rekayasa jadi ya tau asas kebiasaan orang negara kita ini. Walaupun ternyata emang masuknya di pengumuman website 08.00 WIB tapi baru masuk sebuah aula di lantai dua gedung Dispora Jatim itu sekitar pukul 09.00 WIB dan acara baru dimulai sekitar setengah jam setelahnya!? tuh khan gak telat.. hehehe19
Sekitar 280 calon PPAN siap berkompetisi di aula yang cukup besar. Dan ternyata seniorku juga ada disana, mas Aditya Wiralaksana Putra dia emang salah satu yang dapat program tersebut tahun kemarin, tepatnya ke korsel!? sangar yak?? hmm.. emang sih, dia orangnya perfeksionis kalo menurutku. Dua tahun lalu jadi kahima, kemudian jadi ketua MKM ITS dan banyak lagi deh. Ketemu juga rival se-fakultas, tak lain salah satunya adiknya mas Adit, Ardhan, bersama ceweknya, Fitri, ada juga juniorku satu orang dan beberapa lain yang se-fakultas dan lebih banyak lagi yang se-Institut. Bangga jga sih banyak yang ikut dari Almamater tercinta buat ikut seleksi ini. Sempet kenalan juga sama peserta lain dari luar kota, beberapa adalah Slamet (dari UB, asal bojonegoro), Abad (UNEJ asal jember juga) dan satu lagi lupa namanya.
Next, langsung ngomongin about tes-nya nih. Tes awalnya 25 soal pilihan (silang) dengan sekitar 12 soal berupa hitung-hitungan dan lainnya kata-kata yang saya gak cukup mengerti maksudnya karena pake bahasa ENGLISH!!! fiuuuh.. kalo yang itung-itungan sih agak ngerti kalo liat soalnya langsung. Tapi yang lain tuh ngerjainnya kebanyakan pake feeling aja, hahaha19 maklumlaah, my english not good!? Setelah tes pertama agak senang dikit karena masih ada yang yakin benar (hitung-hitungannya). Dan selanjutnya tes essay, aku sih sebelum dikasih soal mikirnya gampang kalo 'hanya' bikin essay karena udah terbiasa bikin artikel walopun agak-agak geje seperti (artikel) ini. Ternyata oh ternyata, essaynya juga pake bahasa asing!!! GLODHAAAK.. ampun dah liat soalnya aja udah semrawut, tapi Slamet disebelah kiriku tuh langsung mbalap aja ngerjainnya. Beda lagi sebelah kananku si Abad malah bingung kuadrat dariku, padahal dia anak jurusan sastra lho. Kontras sekali antara kanan dan kiriku, alhasil aku yang berada ditengah-tengah ya emang harus tetep ditengah, dalam artian ja'im dikit dengan si Slamet dan memaksa tanganku untuk mencoret-coret lembar essay tersebut!? Peduli gak peduli sama pertanyaan yang ada disana tetep nulis pokoknya. huhuhu19 Dan alhamdulillah dari dua halaman yang disediakan, halaman pertama penuh terisi dengan karanganku. :P
Setelah mengerjakan semua soal tes tulis tesebut sekitar pukul 11.15 WIB kita harus menunggu pengumuman pada jam 13.oo WIB. Disela-sela waktu tersebut dipakai untuk mempresentasikan apa saja yang didapat para alumni program serupa pada tahun lalu. Antusiasmu unutk bertanya pada alumnus tentunya tidak disia-siakan oleh para peserta, tapi sayang karena terbatas jadi beberapa pertanyaan tidak bisa terpenuhi. Dan tidak terasa waktu-pun cepat berlalu. Yups, waktunya panitia memanggil satu-persatu pesertab yang lolos delapan puluh besar yang kemudian akan maju ke tes interview. Semua peserta dimepetkan ke sebelah kana dan yang dipanggil ke sebelah kiri. Jadi teringat sekitar tiga tahun lalu saat daftar Taruna Angkatan Laut waktu masih kelas tiga SMA, kalau tidak salah waktu itu juga bulan maret seperti ini. Ndredeg banget ketika para peserta putri yang lebih dahulu dipanggil telah penuh 40 kuota dan langsung diteruskan pada peserta cowok. Semakin banyak yang disebut semakin keras degupan jantung ini, seperti meronta-ronta mau keluar dari 'sangkarnya'. Aku dari awal pemanggilan sampai terakhir Nyebut terus pokoknya. Tapi mungkin memang bukan saatnya aku untuk lolos ke babak berikutnya karena sampai telah didapat 40 peserta laki-laki nomorku tak kunjung tersebutkan!? hmm.. but, tetep bermanfaat pengalaman seperti ini karena bisa mengangkat motivasi banget.. JUST ENJOY IT AND TRY NEXT YEAR BOY!!! :)

