gravatar

"Pertukaran Pemuda Antar Negara 2011"

Ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti program di atas, yakni membuat esay tentang beberapa pertnyaan yang saya jawab dibawah ini. Silakan yang mau baca.. hehehe19

Ditanya tentang prestasi terbesar memang agak sulit untuk mendeskripsikannya, karena bagi saya sebuah prestasi itu bukanlah kita yang menilainya. Melainkan penilaian orang lain terhadap apa yang sudah kita capai selama ini. Tetapi jika memang harus memilih salah satu hal terbesar yang saya alami, adalah menjadi seorang kepala departemen di Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sistem Perkapalan (JTSP) FTK-ITS. Tepatnya menjadi seorang kepala departemen hubungan masyarkat. Mungkin bagi orang lain ini adalah hal biasa, tetapi bagi saya yang saat sekolah dulu belum mengerti apapun tentang organisasi dan baru memulainya saat di perguruan tinggi. Ini adalah amanah dan tanggung jawab yang luar biasa bagi saya. Dan disini saya bisa banyak belajar menjadi seorang pemimpin yang nantinya saya rasa akan banyak bermanfaat saat bekerja.

Serta kegagalan yang paling besar bagi saya adalah saat dahulu gagal mendaftar menjadi anggota Taruna TNI Angkatan Laut. Itu terjadi saat saya masih kelas tiga SMA, ketika memang dari kelas satu SMA sudah mempunyai keinginan untuk memasuki dunia TNI tetapi kenyataan berkata lain. Saya gagal pada tes kesehatan pertama, bahkan tidak akan pernah saya lupakan saat-saat saya dipanggil untuk sebuah kegagalan tersebut. Emm, saat itu saya memang sangat drop sekali karena memang sebelumnya sudah impian saya. Kemudian saat itu adalah saat-saat akan memasuki ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan saya pun mendapat banyak dukungan dari tema-teman saya untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni perguruan tinggi. Sehingga nantinya bila lulus bisa kembali mendaftar menjadi perwira karir yang pangkatnya langsung lebih tinggi. Dengan motivasi yang begitu besar serta tidak tertinggal peran serta orang tua saya yang selalu mendukung apapun pilihan saya, Alhamdulillah saya bisa bangkit dan memilih untuk meneruskan ke perguruan tinggi.

Untuk mengikuti suatu kegiatan pasti mempunyai tujuan ataupun motivasi. Sama ketika saya mengikuti program PPAN ini. Jujur saja saya adalah orang yang mudah bergaul dengan orang lain, hampir sama seperti saya menjadi bagian dari departemen hubungan masyarakat yang selalu berhadapan dengan orang baru jika mewakili organisasi saya ke tempat lain. Di program ini saya juga ingin memiliki hubungan yang lebih banyak dengan orang luar yang tentunya mempunyai karakter berbeda-beda, sehingga saya juga bisa banyak belajar beradaptasi dengan berbagai orang yang saya temui. Diluar itu, dari dahulu saya sangat yakin bahwa semakin banyak saya mempunyai hubungan dengan orang maka suatu saat akan mudah untuk mengembangkan diri saya karena dengan banyak teman maka saya bisa meminta bantuan ataupun minimal saya bisa meminta nasihat kepada mereka ketika salah satu dari mereka menjadi orang yang sukses.

Wow.. lima tahun kedepan!? Setidaknya bermula dari dua tahun lagi saya lulus dan bekerja untuk mencari pengalaman. Dan saya kira dalam dua sampai lima tahun lagi masih dalam pencarian pengalaman selagi saya masih muda, saya juga mempunyai keinginan untuk bekerja di luar negeri sejenak. Setidaknya unutuk mencari pengalaman saja serta mengembangkan wawasan saya (tidak hanya di dalam negeri). Baru saat enam sampai tujuh tahun lagi saya ingin membuka usaha sendiri dari pengalaman yang sudah saya peroleh sekian lama.

Yang saya khawatirkan adalah tentang ‘terlalu’ kritisnya para masyarakat sekarang tentang pemerintah terutam presiden. Bolehlah kita kritis, tetapi tentunya kita juga tidak bisa memaksakan semua kemauan kita kepada presiden. Karena jika beliau hanya memikirkan semua kemauan kita maka beliau tidak akan melakukan action, bagaimanapun kita harus tetap menghargai beliau sebagai pemimpin kita.

Memang saat ini para pemuda Indonesia saya rasa kurang peka terhadap masalah global, tapi bukan berarti mereka tidak mau untuk lebih maju dan memikirkan masalah global. Tetapi memang kurang kesadaran mereka tentang bagaimana cara mereka untuk memasuki dunia global itu sendiri. Kita sebagai pemuda Indonesia harus BERANI menunjukkan apa yang kita punya, karena kita adalah bangsa dengan sejuta budaya sehingga akan sangat disayangkan sekali jika begitu saja dilewatkan.

Akan sangat tidak berarti sekali ketika saya sudah mengikuti kegiatan ini dan tidak melakukan apapun bagi Negara saya sendiri. Sehingga apa yang memang nantinya saya dapat dari Negara dimana saya dikirimkan, sebisa mungkin saya mengapalikasikannya untuk masyarakat sekitar terlebih dahulu maupun masyarakat yang cocok dengan apa yang saya dapatkan disana. (amin)




ShoutMix chat widget

SMS GRATIS.. monggo caaak!?