Archives

gravatar

Selamat Menikmati 0(nol) derajat celsius!? (part1)

Liburan semester genap memang selalu menjadi momen yang dinanti-nanti para Mahasiswa, sebuah kebebasan mutlak selama kurang lebih dua bulan. Bebas dari kewajiban kuliah pagi yang sering kali menyiksa terutama bagi para senior yang sudah terbiasa kuliah malam, lepas dari tumpukan deadline tugas yang menggunung terutama akhir-akhir perkuliahan (gara-gara sengaja maupun tidak tugas-tugas dari awal tidak dikerjakan secara terstruktur dengan baik), terlepas dari asistensi tugas gambar yang kerap bikin dagdidug karena dosennya galak, lepas dari kegiatan organisasi kampus bagi yang sudah lunas masa kepengurusannya dan banyak lagi lainnya. Tapi tetap ada sebuah rasa yang ganjil ketika berpisah dengan teman-teman yang sudah dianggap Saudara sendiri, satu-satunya cara untuk mengobatinya antara lain adalah dengan mengadakan liburan bersama. Entah itu saling mengunjungi daerah salah satu teman dengan touring misalnya, ataupun dengan janjian untuk keluar ke sebuah tempat wisata.
Nah, liburan semester genap kali ini pun tidak terlepas dari kunjungan ke salah satu tempat ‘wisata’ di Jawa Timur. Gunung Lawu. Walaupun jika disebut sebuah tempat wisata masih kurang tepat, tapi tetap saja bagi ku sebuah tempat yang memberikan sebuah keindahan tersendiri bisa disebut tempat wisata. Bertempat di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di kota Magetan. Sebuah kota yang bersebelahan dengan kota Ngawi, adalah rumah salah satu kawan se-angkatanku (Bayu AK) di kampus yang ‘beruntung’ menjadi seorang Ketua Himpunan (Kahima) tahun kepengurusanku (2008).
Beberapa hari sebelum hari H menuju puncak hargo dumilah (puncak gunung Lawu) Bayu yang memang rumahnya dekat dengan gunung tertinggi nomor dua se-Jatim itu menawarkan untuk berjalan-jalan ke rumahnya dan mampir ke Gunung Lawu. Setelah men-jarkom (jaringan komunikasi dengan memanfaatkan sms, bagi anak ITS) beberapa kawan se-angkatan dan akhirnya (mungkin) terjarkom satu angkatan penuh karena penyebaran jarkom tersebut bagaikan virus yang menyeruak di masa liburan seperti ini. Akhirnya aku sebagai koordinator wilayah daerah yang jauh dari kota Ngawi tersebut mendapatkan tujuh orang termasuk aku untuk berangkat. Dari tujuh orang tersebut enam orang dari angkatanku (aku, anam, alfan, ucup, adit, uncen) dan satu orang junior (tigor). Jarkom persiapan peralatan yang akan dibawapun tidak lupa, antara lain senter, jas hujan, makanan jadi, penutup kepala, jaket tebal, kaos tangan serta kaos kaki. Dan kami pun berkumpul langsung di stasiun gubeng baru pada siang harinya (selasa, 5 Juli 2011) untuk bersiap menaiki kereta ekonomi Sritanjung jurusan Lempuyangan.
Kereta yang seharusnya terjadual pukul 13.10 WIB tak kunjung datang juga, sampai kawan-kawan tidak sabar dan hampir menaiki kereta Gaya baru malam selatan yang memang stasiun awalnya adalah SGU. Setelah dua gerbong terlewati kita pun tak kunjung mendapat banyak bangku kosong sesuai dengan jumlah kita. Setelah menunggu satu setengah jam akhirnya mbak sri(tanjung) datang juga. Dengan sigap para petualang ini pun mencari-cari bangku kosong, dan tidak sia-sia karena ternyata banyak bangku kosong di gerbong paling belakang. Di dalam kereta kelas bawah ini memang banyak sekali asongan atau bahkan kadang malah bisa membuat hiburan tersendiri. Mulai dari penjual kopi susu, tahu goreng, gipang, buku bacaan sampai lewatlah seorang penjual ‘sego temenan’ (nasi beneran) dan ‘sego-segoan’ (nasi palsu) bergantian sahut menyahut. Perjalanan kurang lebih tiga jam tersebut ada beberapa yang sempat tertidur (termasuk aku) dan ada pula yang memang tidak bisa tidur di sebuah perjalanan (misalkan adit). Tak terasa kita sampai di sebuah stasiun yang menurutku termasuk lumayan megah di jagat perkeretaapian Indonesia, stasiun Madiun, kita turun. Jemputan yang dijanjikan Bayu datang agak terlambat dan kami pun mencoba sebuah warung nasi pecel khas madiun yang berada di tepat di seberang jalan dari stasiun tersebut. Hanya aku yang tidak makan waktu itu karena di dalam kereta memang sempat makan nasi pecel juga. Setelah makan dilanjutkan dengan menghampiri warung lain di dekat warung tersebut, yang tak lain adalah warung kopi!? Hehehe19 Setelah beberapa saat pun sebuah mobil tua berwarna merah terlihat disopiri seorang yang kita kenal melintas di depan kita, tak satupun dari kami yang tidak berteriak memanggil seorang kawan tersebut. Dan kita akhirnya menaiki sebuah mobil yangkami juluki ‘Jet star’ karena memang dibelakang mobil ini tertuliskan seperti itu. Kendal – Ngawi, we are coming!!!

Selengkapnya...
gravatar

Negeri 5 menara HABIS di Blitar!!!

BLITAR, tepatnya di desa kademangan. Blitar bagian selatan. Sebuah desa yang unik menurutku, karena desa masa kecilku ini dibatasi sungai di setiap penjurunya. Dari mulai barat, selatan dan timur dibatasi sungai tangkis dimana sungai tersebut sekitar sepuluh tahun yang lalu sering aku dan teman-teman sekolahku bermain disana. Meskipun tinggi kami hanya lebih dari sejengkal tangan dari permukaan air yang alirannya lumayan deras, tidak menyurutkan keinginan kami bermain-main di sungai tersebut. Bahkan ada beberapa teman ku yang berani berlomba menyeberangi dari satu sisi ke sisi yang lain, bagi yang bisa berenang tentunya. Sedangkan bagian utara berbatasan dengan sungai brantas, sungai terbesar di jawa timur seingatku. Dilengkapi dengan dua lapangan bola rumput yang lumayan besar yang salah satunya adalah lapangan bola SD ku dulu, sebuah masjid jami’ (at-taqwa) dimana aku dulu mengaji dan ingat pernah peringkat tiga lomba adzan disana, terminal kecil tapi dilewati bus antarkota, pasar dimana nenek ku dulu pernah berjualan jajanan pasar serta sebuah kantor polisi dan balai desa tentunya. Lengkap bukan?? Masih pantaskah dinamakan desa kawan.. hehehe19 :D
Kemarin aku baru karantina tim adhoc Musyawarah Besar (Mubes) 4 ITS di lawang. Dari hari kamis lalu, pagi siang malam sengaja kami konsentrasikan pada draft yang memang tugas kami. Dan memang tidak main-main kami rapat kali ini, sampai debat keras dan bahkan ada yang hamper saja baku hantam karena ada yang emosi. Dari 17 belas anak, yang hadir sebanyak 13 anak. Selesai dari karantina rapat tersebut aku langsung meluncur ke Blitar, sudah ku atur sebelumnya memang. Meskipun target selesai rapat pagi sehingga aku bisa sampai di blitar tidak terlalu sore, akhirnya sampai sekitar jam 4 karena ba’da dhuhur baru di akhiri dan dilanjutkan di Surabaya besok senin. Hmm…
Disini aku memang sendiri, tidak ada teman yang mau ku ajak karena aku pulang kembali ke Surabaya besok senin. Artinya melebihi sehari dari hari libur panjang semingggu ini. Sendiri bukan berarti kesepian dong, aku punya banyak teman SD disini sehingga bisa main kerumahnya siapa saja yang masih menetap disini. Misalnya, kemarin malam pun aku keluar dengan salah satu teman SD dulu, angga namanya. Rumahnya dekat dengan sungai batas sebelah selatan. Ba’da isya’ aku kerumahnya, sebelum itu aku berjanjian melalui pesan singkat terlebih dahulu untuk memastikan saat aku kerumahnya dia ada.
Sekitar setengah delapan malam aku kerumahnya ke arah selatan. Di depan rumahnya terdapat sebuah truk berwarna biru tua, tidak kaget juga karena memang bapaknya seorang sopir truk pengangkut telur dari Blitar ke Jakarta. Setelah mengucapkan salam dan masuk menyalami ibu dan adeknya aku dan dia duduk di teras depan. Aku pun ingin mengajaknya keluar, sepemikiran dengan aku dia pun ingin menemaniku ke Blitar kota. Berangkat hanya berdua saja di malam minggu yang lumayan dingin ini aku meminjam jaketnya karena jaket yang ku pakai bermotor adalah jaket himpunan yang tebal sekali sehingga kurang cocok kalau dipakai untuk bersantai menurutku. Pelan-pelan kita menuju alun-alun kota, disana tampak keramaian yang amat sangat. Tidak jauh beda dengan di bungkul Surabaya, bedanya disini tempatnya lebih luas dan pengawasannya aku nilai kurang sekali karena di beberapa sudut saat aku jalan memutari bagian dalamnya terdapat orang ‘minum-minum’. Ckckck, sayang sekali menurutku. Setelah satu putaran aku keluar lagi, apa yang aku cari tidak ku temukan. Apalagi kalau bukan tempat ngopi.. hohoho19 :P
Berputar-putar lagi dengan ZX hitam milik Bapak ku. Dilewatkan ke stadion Blitar, markas PSBI dan PSKB. Ada dua tim di Blitar?? Ya, lagi-lagi aku harus mengucapkan sayang. Hmm.. lanjut kita mencari sebuha warung kopi ataupun lesehan, angga menganjurkan untuk ke kebon rojo. Sebuah kebun mirip kebun bibit kalau di Surabaya tapi tidak ada hewan di dalamnya. Membelokkan stang setir ke salah satu lesehan yang ternyata penjualnya anak desa ku juga. Yang kenal angga, aku sempat teringat tapi sudah lupa namanya. Maklum, sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dengan memesan segelas cappuccino aku dan angga bercerita kasana kemari, saling menanyakan kabar dari teman-teman SD dulu dan kehidupan di masing-masing kota kita. Tidak terasa jam di HP sudah menunjukkan pukul 22.30 dan kita pun pulang dengan pelan-pelan (juga) karena tidak lain adalah rasa dingin yang menerpa.
Sampai dirumahnya angga aku langsung pamit pulang, walupun akhirnya tidak langsung pulang melainkan mampir dahulu ke warnet. Maklum, modem AHA ku tidak berfungsi disini karena tidak ada sinyal sama sekali. Emang bisa dipakai di luar kota?? Ya bisa, kemarin aku membuktikan di kota lawang (malang) bisa dipakai bahkan sinyalnya pun penuh!? Setelah dapat sekitar setengah jam terpaksa pulang karena warnetnya mau tutup. Fiuuuh…
Hari ini sengaja ku pakai untuk memFinishkan novel yang ku pinjam dari salah satu sahabatku, berjudul “Negeri 5 menara” karya Ahmad Fuadi. Yang menceritakan sebuah kehidupan di Pondok Modern Gontor, ku pinjam novel ini tepat seminggu yang lalu dan akhirnya lunas juga membacanya karena memang tidak boleh lama-lama meminjamnya alias antre dengan teman-temannya yang lain.
Sedikit bercerita tentang apa yang ada di dalam novel ini karena menurutku sangat banyak sekali hikmah dan motivasi yang bisa diambil!? Bercerita tentang enam orang sahabat yang dipertemukan di sebuah pondok modern (PM) gontor, Ponorogo Jawa Timur. Berlatar belakang masuk pondok tersebut dengan berbagai macam, mulai si Alif Fikri (pemeran utama) yang dipaksa oleh Ibunya, Raja yang memang setahun sebelumnya telat mendaftar, Baso yang sangat ingin menghafal Al-Qur’an di pondok tersebut, serta Said, Atang dan Dulmajid juga berbeda dari lainnya. Novel ini diangkat dari kehidupan nyata penulis (A. Fuadi) dan menurutku amat sangat menggugah selera belajar (sekali lagi menurutku). Terutama belajar bahasa Arab dan Inggris, kalo aku sih lebih suka ke bahasa Arabnya. Gak salah kalau dalam minggu ini sesekali aku menyeretkan bahasa Arab ke omonganku, meskipun masih terlihat sok-sok’an tapi biarlah orang berkata apa. Dalam novel ini juga diceritakan bahwa si paluku utama awalnya sok-sok’an bahasa arab dan inggris tapi akhirnya lancar jaya!? Hehe.. beberapa kata bahasa Arab yang kuingat adalah man jadda wajada (ini paling banyak dipakai dan memang disini merupakan kata sakti yang berarti ‘siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil’), qum ya akhi (artinya ‘bangun ya saudaraku’), tafadhal (silakan) dan beberapa lainnya. Bagi siapa saja yang belum membacanya, BEST RECOMMENDED deh buat kalian semua, beneraaan!?
Siangnya iseng-iseng muterin desa dan berakhir di tempat cuci motor serta warnet!? Pulang lagi dan benar-benar menghabisi novel di atas. Legaaa… :D special syukron ya ukhti Dwi ndut buat pinjaman novelnya!? 
Dan setiap kali aku pulang ke desa, hal yang tak akan kulupakan adalah nyekar ke kubur kakek dan nenek ku. Sebanyak lima kembang pasti kuhabiskan untuk nyekar. Ini untuk mengingatkanku kepada beliau-beliau yang sudah mendidikku di masa kecil dulu, semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk almarhum kakek dan nenek ku, amiiin ya Allah…
Serta belakangan ini kalau pulang ke blitar selalu menyempatkan diri untuk mampir di warung pojok dekat dengan jembatan sungai brantas yang tak lain adalah batas utara desa ku. Menunya pun tidak lain adalah rawon, hmm rawon disini memang tiada duanya. MANJA, mantab jaya.. hahaha19 Pecel paling enak yang pernah kurasakan pun adalah pecel yang jual di gang belakang rumah ku di desa ini!? Tapi entah orangnya masih jualan apa nggak soalnya belum sempat mampir kesana.. dan kulanjutkan memutari desa ini, mulai lewat terminal di pojok desa sampai kantor pos saat di masa kecilku suka berkirim surat dengan orang tuaku di Surabaya maupun ke rubric majalah Bobo.
Malamnya aku kembali menjalin silaturahmi ke teman SD ku yang lian dengan Angga. Rumahnya di ringinanom, sebuah desa di sebelah selatan desa ku ini. Seperti perjumpaan dengan kawan yang sudah lama sekali tidak bertemu, dia sampai hamper lupa dengan aku!? Hehehe19 memang sudah sekitar 2-3 tahun aku tidak bertemu dengannya, trerakhir adalah reuni SD 2 atau 3 tahun silam, aku juga sudah agak lupa.. hehehe19
Kembali lagi pulang jam sebelas malam, dimana desa ku sudah terlihat seperti desa mati. Sepiii…

Kademangan - BLITAR, 23.40 WIB.


Selengkapnya...
gravatar

PIONER MARINE ICON 2011

Hari ini tanggal 29 April 2001, tidak lama setelah ulang tahun ku kemarin ‘terpaksa’ menjadi pioner Marine Icon 2011 di Pasir Putih Situbondo. “Lumayan” jauh sih, sekitar lima jam naik motor maupun libom dari kota kelahiran ku, Kota Pahlawan. Jadi ya hampir sama kaiak jauhnya ke Blitar tapi jalanannya lebih mencekam karena ‘musuhnya’ bis luar pulau yakni dari maupun yang ke Bali.
Bersama enam orang lainnya yakni Mbah, Cumbet, Dukek, Orkes, Jagal serta dauz naik sebuah panther milik bowel yang bukan lain adalah ketua acara ini. Kita berangkat kemarin kamis sekitar pukul 20.00 WITS dan sampai Besuki yang notabene dekat dengan TKP (hanya 12 menit) sekitar pukul 01.30 WIB. Mampir ke alun-alun Besuki untuk melepas lelah setelah makan malam di alun-alun (juga) Bangil sebelumnya. Next trip sekitar pukul 03.00 WIB menuju POM Bensin terdekat karena aku udah pengen buang ‘ballast’ ( :P ) tapi ternyata setelah aku bangun anak-anak malah udah terlelap beralaskan spanduk vinil dan sebagian ada yang di dalam mobil. Dengan berbingung-bingung ria karena spanduknya cuma cukup untuk empat orang akhirnya ‘mlungker’ di jok depan mobil, fiuuuh..
Setelah jam menujukkan pukul 05.00 WIB sholat kemudian kembali lagi ke dekat alun-alun Besuki untuk menemui tukang sound dan terop, beribet-ribet ria sampai jam tujuh kurang akhirnya melanjutkan perjalanan ke TKP dengan mampir dulu ditengah perjalanan untuk beli sarapan. Sampai di TKP, yakni gedung serbaguna Pasir Putih Situbondo ini kita langsung action. Dari pagi sampai sore mengurusi berbagai hal seperti memastikan ijin tempat penggunaan pantai ka nelayan-nelayan sekitar pantai tersebut, membuat sekat gedung serbaguna dari vinil yang disambung-sambung untuk membedakan tempat acara dengan tempat panitia, memasang umbul-umbul dan baliho, ‘gegeran’ dengan nelayan untuk pemakaian wilayah untuk beach soccer dan lain-lain.. daaan lain-laaaain... hehehe19
Sampai-sampai tadi yang memang hari jumat, harusnya jumatan jadi telat karena gantian mandi alias mbulet ae dewe-dewe. Sehingga ketika kita nyampai ke Masjid terdekat para jamaah udah sampai salam.. huhuhu19 akhirnya tanpa banyak gengsi mampir ke sebuah POM bensin yang dekat dengan masjid tersebut dan berjamaah sholat dhuhur disana. Yang paling lucu (aslie yo seneng-seneng piye ngono) adalah ketika kita mau sholat tuh ada mbak-mbak yang jualan di toko POM bensin yang letaknya sebelahan dengan Mushollanya. Pertama liat dengan anehnya karena kelima laki-laki yang seharusnya jumatan malah sholat di Musholla, langsung tidak lama kemudian cekikikan terus. Sampai kita pas mau balik ki mobil si mbak melihat sekilas ke arah kita dan langsung membalikkan muka dengan lengan menutup wajahnya yang ngguyu cekikikan. Hahaha19 Sebenernya pengen sih nyamperin tuh mbak-mbak, dari jauh cantik siiih.. xixixi19 (guyon reeek.. :P).
Setelah hampir semuanya selesai, akhirnya ada waktu senggang di sorenya untuk sekedar menyalakan sebatang surya dengan tanpa nyambi ‘gotong royong’. Tapiii… api-nya kagak adaaa!!! Huhuhu19 Tanpa pikir panjang, seperti biasanya kalo gak ada api di kampus langsung jalan-jalan muter se-fakultas. Nah, kalo yang ini muter pantai niatnya.. tapi melihat ada sesosok tua di pojokan lokasi gedung serbaguna terlihat sedang mengeluarkan asap dari mulutnya, langsung saja ku samperin dan meminta ijin untuk meminta api kepada beliau. Alhamdulillah, nyala juga ni rokok.. :D
Dan setelah bisa menikmati sebatang surya, saya tertarik dengan bapak tersebut. Beliau adalah seorang nelayan, namanya adalah Pak Yuyun. Ketika saya basa-basi tanya jam berapa beliau berangkat dan pulang melaut, beliau menjawab “berangkatnya jam sembilan malam dan kembali pada waktu subuh.” Ikan yang didapatkan pun bermacam-macam, cuma yang saya ingat hanya ikan kerapu, karena saya cukup penasaran banget dengan rupa dari ikan tersebut!? Hehehe19 Dan ternyata pendapatan dalam mencari ikan pun berbeda-beda tiap bulan, banyak sedikitnya ikan yang didapat berdasarkan kalender. (tapi saya lupa bulan apa saja yang banyak ikan maupun sebaliknya.. :P). Pak yuyun mencari ikan dengan sebuah perahu kecil (seperti perahu wisata daerah sana tetapi lebih kecil, sekitar setengahnya dan penyeimbangnya cuma satu bagian, kanan atau kiri) dengan seorang temannya. Dan jika dapat ikan, nantinya akan dijual di ‘pengepul’ ikan di kota situbondo atau paling dekat di besuki. “Tetapi tidak semua di jual juga, kadang ada beberapa nelayan yang memelihara ikan yang kecil untuk dibesarkan dan kemudian baru dijual”, ujarnya. Setelah ku rasa cukup untuk sekedar ngobrol dengan Pak Yuyun, ku mengucapkan ‘matur suwun’ kepada beliau atas pinjaman apinya. Hmm, walaupun sebentar tapi cukup senang sekali bisa bersosialisasi dengan salah satu penduduk setempat.. :)
Dan sore pun dilanjutkan dengan memFinishkan semuanya, bersih diri sampai dengan menunggu kedatangan bus peserta dan panitia..

Selengkapnya...
gravatar

Coba lagi tahun depan..


Hari ini seleksi tes tulis dari program PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) yang beberapa waktu lalu sempat saya postingkan Essay untuk syarat administrasinya. Yupz, kemarin waktu ngumpulin berkas memang disuruh datang hari ini ditempat yang sama pukul 07.30 WIB. Yaudah, setelah itu aku tidak melihat website lagi karena pas tanya sama petugasnya semua peserta wajib datang dan disana tidak dicantumkan harus bawa apa-apa.

Pagi ini 'terpaksa' bangun pagi karena temenku SMP ada yang mau pinjem DVD OS-XP, selain itu yang membuat semangadh memang tes pagi ini. Dari pengumuman 07.30 WIB akhirnya jam segitu pula baru berangkat dari rumah, telat dong?? gak laaah, khan udah belajar statistika rekayasa jadi ya tau asas kebiasaan orang negara kita ini. Walaupun ternyata emang masuknya di pengumuman website 08.00 WIB tapi baru masuk sebuah aula di lantai dua gedung Dispora Jatim itu sekitar pukul 09.00 WIB dan acara baru dimulai sekitar setengah jam setelahnya!? tuh khan gak telat.. hehehe19

Sekitar 280 calon PPAN siap berkompetisi di aula yang cukup besar. Dan ternyata seniorku juga ada disana, mas Aditya Wiralaksana Putra dia emang salah satu yang dapat program tersebut tahun kemarin, tepatnya ke korsel!? sangar yak?? hmm.. emang sih, dia orangnya perfeksionis kalo menurutku. Dua tahun lalu jadi kahima, kemudian jadi ketua MKM ITS dan banyak lagi deh. Ketemu juga rival se-fakultas, tak lain salah satunya adiknya mas Adit, Ardhan, bersama ceweknya, Fitri, ada juga juniorku satu orang dan beberapa lain yang se-fakultas dan lebih banyak lagi yang se-Institut. Bangga jga sih banyak yang ikut dari Almamater tercinta buat ikut seleksi ini. Sempet kenalan juga sama peserta lain dari luar kota, beberapa adalah Slamet (dari UB, asal bojonegoro), Abad (UNEJ asal jember juga) dan satu lagi lupa namanya.
Next, langsung ngomongin about tes-nya nih. Tes awalnya 25 soal pilihan (silang) dengan sekitar 12 soal berupa hitung-hitungan dan lainnya kata-kata yang saya gak cukup mengerti maksudnya karena pake bahasa ENGLISH!!! fiuuuh.. kalo yang itung-itungan sih agak ngerti kalo liat soalnya langsung. Tapi yang lain tuh ngerjainnya kebanyakan pake feeling aja, hahaha19 maklumlaah, my english not good!? Setelah tes pertama agak senang dikit karena masih ada yang yakin benar (hitung-hitungannya). Dan selanjutnya tes essay, aku sih sebelum dikasih soal mikirnya gampang kalo 'hanya' bikin essay karena udah terbiasa bikin artikel walopun agak-agak geje seperti (artikel) ini. Ternyata oh ternyata, essaynya juga pake bahasa asing!!! GLODHAAAK.. ampun dah liat soalnya aja udah semrawut, tapi Slamet disebelah kiriku tuh langsung mbalap aja ngerjainnya. Beda lagi sebelah kananku si Abad malah bingung kuadrat dariku, padahal dia anak jurusan sastra lho. Kontras sekali antara kanan dan kiriku, alhasil aku yang berada ditengah-tengah ya emang harus tetep ditengah, dalam artian ja'im dikit dengan si Slamet dan memaksa tanganku untuk mencoret-coret lembar essay tersebut!? Peduli gak peduli sama pertanyaan yang ada disana tetep nulis pokoknya. huhuhu19 Dan alhamdulillah dari dua halaman yang disediakan, halaman pertama penuh terisi dengan karanganku. :P
Setelah mengerjakan semua soal tes tulis tesebut sekitar pukul 11.15 WIB kita harus menunggu pengumuman pada jam 13.oo WIB. Disela-sela waktu tersebut dipakai untuk mempresentasikan apa saja yang didapat para alumni program serupa pada tahun lalu. Antusiasmu unutk bertanya pada alumnus tentunya tidak disia-siakan oleh para peserta, tapi sayang karena terbatas jadi beberapa pertanyaan tidak bisa terpenuhi. Dan tidak terasa waktu-pun cepat berlalu. Yups, waktunya panitia memanggil satu-persatu pesertab yang lolos delapan puluh besar yang kemudian akan maju ke tes interview. Semua peserta dimepetkan ke sebelah kana dan yang dipanggil ke sebelah kiri. Jadi teringat sekitar tiga tahun lalu saat daftar Taruna Angkatan Laut waktu masih kelas tiga SMA, kalau tidak salah waktu itu juga bulan maret seperti ini. Ndredeg banget ketika para peserta putri yang lebih dahulu dipanggil telah penuh 40 kuota dan langsung diteruskan pada peserta cowok. Semakin banyak yang disebut semakin keras degupan jantung ini, seperti meronta-ronta mau keluar dari 'sangkarnya'. Aku dari awal pemanggilan sampai terakhir Nyebut terus pokoknya. Tapi mungkin memang bukan saatnya aku untuk lolos ke babak berikutnya karena sampai telah didapat 40 peserta laki-laki nomorku tak kunjung tersebutkan!? hmm.. but, tetep bermanfaat pengalaman seperti ini karena bisa mengangkat motivasi banget.. JUST ENJOY IT AND TRY NEXT YEAR BOY!!! :)



Selengkapnya...
gravatar

Penghapus Folder AUTORUN.INF

Ketika temen-temen men-scan hardisk or flashdisk sering kali terbaca file autorun.inf yang dikira virus. Padahal file-file seperti itu belum tentu virus, bahkan ada yang berfungsi sebagai pengamanan system yang ada di dalamnya itu sendiri. Misalkan saja antivirus SM*D*V yang memproteksi file juga memakai file serupa. Jadi jangan kaget kalo flashdisk yang abis dicolokkan kompi or laptop ber-antivirus tertentu ada file autorun.inf.
Tapi, untuk temen-temen yang resah akan kehadiran file ini silakan saja dihapus. Cara menghapusnya tentu tidak bisa asal delete biasa aja, pasti ada 'pengumuman' yang entah apa artinya (saya kurang bisa bahasa english.. hehehe19). Jadi untuk menghapusnya silakan pakai software kecil ini. Jadi tinggal jalankan softwarenya dan browse tempat dimana file autorun.inf tersebut berada. Mudahkan???

DOWNLOAD DISINI

Selengkapnya...
gravatar

"Pertukaran Pemuda Antar Negara 2011"

Ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti program di atas, yakni membuat esay tentang beberapa pertnyaan yang saya jawab dibawah ini. Silakan yang mau baca.. hehehe19

Ditanya tentang prestasi terbesar memang agak sulit untuk mendeskripsikannya, karena bagi saya sebuah prestasi itu bukanlah kita yang menilainya. Melainkan penilaian orang lain terhadap apa yang sudah kita capai selama ini. Tetapi jika memang harus memilih salah satu hal terbesar yang saya alami, adalah menjadi seorang kepala departemen di Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sistem Perkapalan (JTSP) FTK-ITS. Tepatnya menjadi seorang kepala departemen hubungan masyarkat. Mungkin bagi orang lain ini adalah hal biasa, tetapi bagi saya yang saat sekolah dulu belum mengerti apapun tentang organisasi dan baru memulainya saat di perguruan tinggi. Ini adalah amanah dan tanggung jawab yang luar biasa bagi saya. Dan disini saya bisa banyak belajar menjadi seorang pemimpin yang nantinya saya rasa akan banyak bermanfaat saat bekerja.

Serta kegagalan yang paling besar bagi saya adalah saat dahulu gagal mendaftar menjadi anggota Taruna TNI Angkatan Laut. Itu terjadi saat saya masih kelas tiga SMA, ketika memang dari kelas satu SMA sudah mempunyai keinginan untuk memasuki dunia TNI tetapi kenyataan berkata lain. Saya gagal pada tes kesehatan pertama, bahkan tidak akan pernah saya lupakan saat-saat saya dipanggil untuk sebuah kegagalan tersebut. Emm, saat itu saya memang sangat drop sekali karena memang sebelumnya sudah impian saya. Kemudian saat itu adalah saat-saat akan memasuki ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan saya pun mendapat banyak dukungan dari tema-teman saya untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni perguruan tinggi. Sehingga nantinya bila lulus bisa kembali mendaftar menjadi perwira karir yang pangkatnya langsung lebih tinggi. Dengan motivasi yang begitu besar serta tidak tertinggal peran serta orang tua saya yang selalu mendukung apapun pilihan saya, Alhamdulillah saya bisa bangkit dan memilih untuk meneruskan ke perguruan tinggi.

Untuk mengikuti suatu kegiatan pasti mempunyai tujuan ataupun motivasi. Sama ketika saya mengikuti program PPAN ini. Jujur saja saya adalah orang yang mudah bergaul dengan orang lain, hampir sama seperti saya menjadi bagian dari departemen hubungan masyarakat yang selalu berhadapan dengan orang baru jika mewakili organisasi saya ke tempat lain. Di program ini saya juga ingin memiliki hubungan yang lebih banyak dengan orang luar yang tentunya mempunyai karakter berbeda-beda, sehingga saya juga bisa banyak belajar beradaptasi dengan berbagai orang yang saya temui. Diluar itu, dari dahulu saya sangat yakin bahwa semakin banyak saya mempunyai hubungan dengan orang maka suatu saat akan mudah untuk mengembangkan diri saya karena dengan banyak teman maka saya bisa meminta bantuan ataupun minimal saya bisa meminta nasihat kepada mereka ketika salah satu dari mereka menjadi orang yang sukses.

Wow.. lima tahun kedepan!? Setidaknya bermula dari dua tahun lagi saya lulus dan bekerja untuk mencari pengalaman. Dan saya kira dalam dua sampai lima tahun lagi masih dalam pencarian pengalaman selagi saya masih muda, saya juga mempunyai keinginan untuk bekerja di luar negeri sejenak. Setidaknya unutuk mencari pengalaman saja serta mengembangkan wawasan saya (tidak hanya di dalam negeri). Baru saat enam sampai tujuh tahun lagi saya ingin membuka usaha sendiri dari pengalaman yang sudah saya peroleh sekian lama.

Yang saya khawatirkan adalah tentang ‘terlalu’ kritisnya para masyarakat sekarang tentang pemerintah terutam presiden. Bolehlah kita kritis, tetapi tentunya kita juga tidak bisa memaksakan semua kemauan kita kepada presiden. Karena jika beliau hanya memikirkan semua kemauan kita maka beliau tidak akan melakukan action, bagaimanapun kita harus tetap menghargai beliau sebagai pemimpin kita.

Memang saat ini para pemuda Indonesia saya rasa kurang peka terhadap masalah global, tapi bukan berarti mereka tidak mau untuk lebih maju dan memikirkan masalah global. Tetapi memang kurang kesadaran mereka tentang bagaimana cara mereka untuk memasuki dunia global itu sendiri. Kita sebagai pemuda Indonesia harus BERANI menunjukkan apa yang kita punya, karena kita adalah bangsa dengan sejuta budaya sehingga akan sangat disayangkan sekali jika begitu saja dilewatkan.

Akan sangat tidak berarti sekali ketika saya sudah mengikuti kegiatan ini dan tidak melakukan apapun bagi Negara saya sendiri. Sehingga apa yang memang nantinya saya dapat dari Negara dimana saya dikirimkan, sebisa mungkin saya mengapalikasikannya untuk masyarakat sekitar terlebih dahulu maupun masyarakat yang cocok dengan apa yang saya dapatkan disana. (amin)



Selengkapnya...
gravatar

Keygen Tune-up 2010


Kali ini ingin sedikit berbagi crack/ keygen tentang Tune-up 2010. Pasti temen-teman pada banyak yang tahu tentang salah satu software untuk me-maintenance komputer hanya dengan one-click aja dan otomatis men-scan seluruh isi bagian sampai ke registrynya serta mengoptimalkan hardisk yang isinya 'tidak berguna' alias sudah rusak.

Terus bedanya apa sama yang sudah diregisterkan?? dengan memasukkan keygen-nya kita bisa mengotak-atik utilities-nya. Misalkan mengkostumiskan tampilan Boot Screen sesuai dengan keinginan kita, logon screen, dan beberapa lainnya yang bisa kita atur secara lebih spesifik dari versi trialnya.

Gak pake lama temen-temen blogger, silakan langsung download 'barang-nya' DISINI.
Just enjot it boooy.. :D

Selengkapnya...
gravatar

Aktivasi Windows 7 dengan [Windows-7-Loader]


Kali ini mau sedikit berbagi ilmu, tool, or bisa juga disebut ngeHack untuk membuat Windows 7 temen-temen yang (kebanyakan saya temui) tidak original. Mungkin karena memang harganya yang mahal (bagi rata-rata masyarakat Indonsia dan saya melihatnya para Mahasiswa) dan ribet ataupun malas pergi ke toko komputer, sehingga 'terpaksa' instal sendiri OS-nya.

Dengan seven loader ini akan ada tambahan icon GENUINE pada propertisenya, dan saya sarankan untuk menggunakan ini setelah di instal (langsung) alias tidak menunggu expired dulu baru win7loader ini dipakai. Soalnya saya masih belum tahu apakah bisa mengaktifkan kembali jika sudah masa habisnya.
Tidak lama-lama, silakan DOWNLOAD DISINI bagi yang ingin menggunakannya. Sudah saya coba beberapa kali dan Alhamdulillah berhasil. Eh iya, untuk menjalankannya harus memakai administrator yakni dengan cara klik kanan programnya dan RUN ADMINISTRATOR. Monggo sedoyooo...

Selengkapnya...
gravatar

Driver Printer Canon IP1880, IP1980 dan IP2700

Printer kadang-kadang memang bikin suntuk seseorang ketika CD drivernya hilang, atau susahnya lagi jika punya netbook seperti saya ini. Tapi bila menginstal dari CD pun kadang-kadang agak lama dan ribet, harus nyolokin kabel ini or kabel itu. Nah, daripada susah-susah carinya. Ini saya beri yang GRATIS dah, buat printer-printer Canon yang lumayan banyak dipakai di negara kita saat ini (saya melihat berdasarkan warnet-warnet maupun mahasiswa). Langsung saja download & Instal boy..




Driver Printer IP1880 DISINI

Driver Printer IP1980 DISINI

Driver Printer IP2770 DISINI

Selengkapnya...
gravatar

BOCAH-SEMBILAN-BELAS with BEBASKAN!!!

Alhamdulillah, setelah sekian lama blog ini lahir akhirnya menemukan nama yang ku rasa pas (pada saat ini dan semoga seterusnya, amiiin). Yupz, bocahsembilanbelas.blogspot.com. Walaupun sebenarnya sebelumnya banyak alamat yang ingin dipakai, tapi masalahnya (mungkin) seperti kebanyakan user lainnya yakni alamat yang diinginkan sudah dipakai user lainnya. Dan dengan judul blog “Bebaskan…” yang mengadopsi dari blog yang lama (tigamata), karena aku memang masih ngrasa sreg dengan judul blog itu.
1 Maret 2011, alias tadi malam. Karena tugas kuliah udah beres semua (Alhamdulillah lebih dulu dari anak lainnya, jarang-jarang bisa gini.. hehehe19) jadi bisa upload beberapa software yang rencanaku emang mau tak share di blog ini juga. Dikatain blog gado-gado juga gakpapa dah, soalnya emang sulit kalo memonitoring lebih dari satu blog. Satu aja ini jarang di update, apalagi banyak.. hmm…
Untuk kedepannya sudah mempunyai beberapa bayangan juga untuk bocah-sembilan-belas ini. Akan dibagi menjadi beberapa sub/ label, antara lain cuap-cuap (gantinya curhat), komputer, sepak bola, pemikiran (yang mau ku ganti tapi masih belum menemukan nama yang tepat), sejarah dan petualangan. Semoga semuanya bisa mewakili semua tulisan-tulisanku.
Cukup segini aja mungkin untuk kali ini, soalnya ini ngetiknya disambi liat bola juga. The Blues VS Red Devils @labkom. ^_^

Selengkapnya...
gravatar

27 januari

27 Januari!!! Hmm.. tanggal ini, gak akan kulupakan!? apa yang spesial?? sebenernya tiada hari yang tidak spesial karena DIA selalu memberikan kenikmatan tiap hari kepada kita. trus?? Kemarin (270111) banyak yang beda juga dari hari biasanya. Misalnya; nemenin temen-temen 2010 kunjungan ke SMADA SBY, turut berduka cita atas meninggalnya salah satu Guru Besar FTK ITS (Prof. Paulus Indiyono) yang juga merupakan Ayahanda dari temen SMA ku (Rudi Yulio) serta pelantikan ku sebagai salah satu tim Adhoc Musyawarah Besar IV (MUBES IV) sekaligus pe-non-aktifan ku sebagai KaDept Humas HIMASISKAL periode 2010/2011 yang sebenernya amat sangat berat sekali bagiku. hmm...
Dan yang bener-bener gak bisa kulupakan adalah setahun yang lalu pada tanggal yang sama, ketika aku bertemu (kembali) dengan seseorang spesial (versiku) pada waktu itu. Kampoeng steak dharawangsa, depan SMA komplek!? fiuuuh.. Emang sih sekarang udah gak penting lagi, udah punya ANJING cc dia.. hmm...
Adhoc, sepertinya (dan memang) bukan suatu hal yang mudah. Harus bener-bener FIGHT di dalamnya. Yaa, itung-itung target khayalanku tercapai. Orang se-ITS akan tahu aku dan jurusanku!? wkwkwk19 *becanda kaleee... Semoga apa yang ku lalui kedepannya selalu diberi kemudahan, kelancaran serta kesuksessan.. amiiin...
SMANGAAADH... VIVAAAAT!!!

Selengkapnya...

ShoutMix chat widget

SMS GRATIS.. monggo caaak!?